STUDI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKPATUHAN DIET PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS

STUDI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKPATUHAN DIET PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Pakong
Skripsi Keperawatan D-3
DAFTAR  ISI
Halaman
SAMPUL DEPAN     i
SAMPUL DALAM     ii
HALAMAN PERSETUJUAN    iii
HALAMAN PENGESAHAN     iv
SURAT PERNYATAAN    v
KURIKULUM VITAE    vi
MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN    vii
KATA PENGANTAR     viii
ABSTRAK    x
DAFTAR ISI    xi
DAFTAR GAMBAR    xiii
DAFTAR TABEL    xiv
DAFTAR LAMPIRAN    xv
BAB 1  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang    1
Diabetes atau biasa kita kenal dengan sebutan kencing manis merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia. Namun, pemahaman tentang penyakit ini baru diketahui sejak sekitar seratus tahun yang lalu (Bilous, 2003 : 7). Penyakit diabetes mellitus atau kencing manis ini disebabkan oleh kurangnya hormon insulin. Jika tubuh sama sekali tidak dapat memproduksi insulin, gejalanya akan terasa cepat karena tidak ada kontrol gula darah (Bilous, 2003 : 11). Salah satu upaya untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus terutama lansia yang dapat dilakukan secara mandiri adalah dengan melaksanakan diet. Pengaturan diet yang tepat dapat membantu memaksimalkan kerja insulin sehingga kadar gula darah stabil. Tetapi karena berbagai faktor yang diduga menjadi salah satu penyebab ketidakpatuhan diet pada lansia penderita diabetes mellitus yaitu diantaranya: kurangnya pengetahuan lansia tentang pentingnya diet diabetes, dukungan keluarga dalam pelaksanaan diet diabetes, sosial ekonomi berupa materi dalam menyediakan kebutuhan diet diabetes, lingkungan yang mendukung dalam melaksanakan diet dan kurangnya peran petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang pentingnya diet pada pasien diabetes mellitus, penatalaksanaan pada beberapa diet oleh pasien diabetes mellitus tidak sesuai dengan yang diharapkan (Beck, 2002).
Menurut Brunner & Suddarth (2002 : 1220-1222) diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang menyerang kurang lebih 12 juta orang. Tujuh juta dari 12 juta penderita diabetes tersebut sudah terdiagnosis; sisanya tidak terdiagnosis. Di Amerika Serikat, kurang lebih 650.000 kasus diabetes baru didiagnosis setiap tahunnya. Menurut Diabetes Atlas 2000 (International Diabetes Federation), prevalensi diabetes di Indonesia sekitar 4,6%. Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia sebesar 8,2 juta, sebuah angka yang sangat besar. Walaupun demikian, di Indonesia masalah diabetes mellitus masih belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya yaitu berupa penurunan kualitas SDM, terutama akibat penyakit menahun yang ditimbulkannya (Bilous, 2003 : 13). Sedangkan berdasarkan data di Puskesmas Pakong Kabupaten Pamekasan, pada tahun 2007 data dari bulan Januari sampai September didapatkan sebanyak 132 orang lansia penderita diabetes mellitus yang berobat atau ke Puskesmas Pakong, dan dari hasil wawancara sebagai survey pendahuluan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2007, dari 15 lansia yang berhasil peneliti wawancara, ternyata 11 lansia penderita diabetes mellitus kurang memperhatikan diet diabetes yang dianjurkan atau terkadang mereka enggan melaksanakan diet karena dianggap membatasi hidup mereka.
1.2  Rumusan Masalah    3
1.3  Tujuan Penelitian    4
1.4  Manfaat Penelitian    5
BAB 2  TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1     Lansia     7
Banyak ahli menguraikan pengertian lansia sesuai dengan batasan umur dan akan dikemukakan beberapa pengertian lansia.
Lanjut usia adalah seseorang laki-laki atau perempuan yang berusia 60 tahun atau lebih, baik yang secara fisik masih berkemampuan (potensial) maupun karena sesuatu yang tidak lagi mampu berperan secara aktif dalam pembangunan atau tidak potensial (DinKes Jatim, 2002 : 1).
Menurut WHO dikutip dari Nugroho (1999 : 19) lanjut usia meliputi:
1.    Usia pertengahan (middle age), ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun.
2.    Usia lanjut (elderly), 60-70 tahun.
3.    Usia lanjut tua (old), antara 70-90 tahun.
4.    Usia sangat tua (very old), di atas 90 tahun.
Menurut Setyonegoro dikutip dari Nugroho (1999 : 20), pengelompokan lanjut usia sebagai berikut:
1.    Usia dewasa muda (erderly adulthood), 18 atau 20-25 tahun.
2.    Usia dewasa penuh (middle years) atau maturitas, 25-60 atau 65 tahun.
3.    Lanjut usia (geriatric age) lebih dari 65 atau 70 tahun.
Terbagi untuk umur 70-75 tahun (young old), 75-80 tahun (old), dan lebih dari 80 tahun (very old).
Lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas (UU no. 13 tahun 1998 dikutip dari Nugroho, 1999 : 13-20).
Dari beberapa pengertian lansia tersebut maka dapat disimpulkan bahwa yang disebut lanjut usia adalah orang yang telah berumur 65 tahun ke atas.
Sebenarnya lanjut usia merupakan suatu proses alami yang tidak dapat ditentukan oleh siapapun. Umur manusia sebagai mahluk hidup terbatas oleh suatu peraturan alam. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, yang pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sampai tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari.
2.2    Diabetes Mellitus     15
2.3    Konsep Dasar Ketidakpatuhan    22
2.4    Kerangka Konseptual    24
BAB 3   METODE PENELITIAN
3.1    Desain Penelitian    25
Desain penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan untuk mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian (Nursalam dan Pariani, 2001 : 54). Pada penelitian ini digunakan rancangan penelitian Deskriptif tentang faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan diet pada lansia penderita diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pakong Pamekasan.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. Deskripsi peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi (Nursalam dan Pariani, 2001 : 55).
3.2    Kerangka Kerja (Frame Work)    26
3.3    Desain Sampling     27
3.4    Identifikasi Variabel    29
3.5    Definisi Operasional    29
3.6    Pengumpulan Data dan Analisa Data    30
3.7    Etika Penelitian    34
3.8    Keterbatasan    34
BAB 4   HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1    Hasil Penelitian     36
4.2    Pembahasan    41
BAB 5  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1    Kesimpulan    49
5.2    Saran    50

DAFTAR PUSTAKA    52

LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1  Kerangka Konseptual    24
Gambar 3.1  Kerangka Kerja     26

DAFTAR  TABEL

Tabel 3.1 Definisi Operasional     29
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur    37
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin    38
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir    38
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan    39
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penghasilan    39
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sumber Informasi    40
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Tentang Studi Faktor-faktor
Penyebab Ketidakpatuhan Diet Pada Lansia Penderita Diabetes
Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakong
Pamekasan Juni 2008    40

DAFTAR  LAMPIRAN


Halaman
Lampiran 1. Surat Permohonan Ijin Pengumpulan Data    54
Lampiran 2. Surat Pengantar Penelitian     55
Lampiran 3. Surat Keterangan Diijinkan dan Telah Mengumpulkan Data
Sesuai Dengan Tujuan Penelitian    56
Lampiran 4.    Formulir Persetujuan Menjadi Responden    57
Lampiran 5. Kuesioner    58
Lampiran 6.    Tabulasi Data Umum    63
Lampiran 7. Tabulasi Data Khusus    64
Lampiran 8. Tabulasi Data Khusus    65
Lampiran 9. Jadwal Penelitian    66
Lampiran 10. Lembar Konsultasi    67

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI DEPRESI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLAKPAK PAMEKASAN




(Ada 44 judul skripsi keperawatan S-1 lengkap yg harganya 150rb/judul silahkan Disini )

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI DEPRESI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLAKPAK PAMEKASAN
KARYA TULIS ILMIAH
Oleh:
........................................
AKADEMI KEPERAWATAN
NAZHATUT THULLAB
SAMPANG 2010
ABSTRAK
Hubungan Tingkat Pengetahuan
Keluarga Dengan Perawatan Pada Lansia Yang
Mengalami Depresi Di Wilayah Kerja Puskesmas Plakpak Pamekasan
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Depresi merupakan suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan lansia. Masalah yang dirasakan adalah lansia cenderung mengalami perasaan sedih, pesimis, dan perasaan marah yang dalam. Untuk mengatasi depresi perlu dilakukan perawatan oleh pihak keluarga.

Desain penelitian ini adalah analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi keluarga yang mempunyai lansia yang mengalami depresi di wilayah kerja puskermas Plakpak Pamekasan pada bulan Juli 2010 sebanyak 55 orang, jumlah sampel yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 48 responden dengan teknik purpossive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan cross tabulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden yang berpengetahuan baik dan perawatan depresinya juga baik sebanyak 12 responden (25%), sedangkan dari 10 responden yang berpengetahuan kurang dan perawatan depresinya baik hanya 1 responden (2,1%), dan yang berpengetahuan kurang dan perawatan depresinya kurang sebanyak 6 responden (12,5%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan perawatan pada lansia yang mengalami depresi di wilayah kerja puskesmas Plakpak Pamekasan.

Melihat hasil penelitian ini, maka perlu adanya perhatian dari keluarga agar dapat meminimalkan tingkat depresi yang di alami lansia.

Kata kunci : Tingkat pengetahuan keluarga, perawatan depresi pada lansia.

jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 150rb/judul pembayaran melalui transfer antar BANK

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pernyataan i

Lembar Persetujuan ii

Lembar Pengesahan iii

Motto dan Persembahan iv

Kata Pengantar v

Abstrak vii

Daftar Isi viii

Daftar Gambar x

Daftar Tabel xi

Daftar Lampiran xii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 3

C. Tujuan Penelitian 3

1. Tujuan Umum 3

2. Tujuan Khusus 3

D. Manfaat Penelitian 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5

A. Konsep Pengetahuan 5

1. Definisi 5

2. Tingkat Pengetahuan 5

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan 7

B. Konsep Keluarga 9

1. Definisi 9

2. Bentuk Keluarga 9

3. Tugas Keluarga 10

C. Konsep Depresi 10

1. Definisi 10

2. Jenis-jenis Depresi 11

3. Penyebab Depresi 11

4. Tanda dan Gejala Depresi 12

5. Tingkat Depresi 13

6. Mekanisme Depresi 14

7. Perawatan Pada Lansia Yang Mengalami Depresi 15

8. Akibat Depresi 16

9. Penanggulangan Depresi 16

D. Konsep Lansia 17

1. Definisi 17

2. Pengelompokan Lansia 17

3. Tugas Perkembangan Pada Lansia 17

4. Perubahan-perubahan Yang Terjadi Pada Lansia 17

E. Kerangka Konseptual 19

F. Hipotesis Penelitian 20

BAB III METODE PENELITIAN 21

A. Desain Penelitian 21

B. Kerangka Kerja 21

C. Populasi, Sampel, Besar Sampel dan Sampling 23

1. Populasi 23

2. Sampel 23

3. Besar Sampel 23

4. Sampling 24

D. Identifikasi Variabel 24

E. Definisi Operasional 25

F. Pengumpulan Data dan Analisa Data 26

1. Pengumpulan Data 26

2. Analisa Data 27

G. Etika Penelitian 28

H. Keterbatasan 29

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 30

A. Hasil Penelitian 30

1. Data Umum 30

2. Data Khusus 33

B. Pembahasan 36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 40

A. Kesimpulan 40

B. Saran 40

DAFTAR PUSTAKA 42

LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Mekanisme Depresi 15

Gambar 2 Kerangka Konseptual 19

Gambar 3 Kerangka Kerja 22

Gambar 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 31

Gambar 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Kelamin 31

Gambar 6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir 32

Gambar 7 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan 32

Gambar 8 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Keluarga 33

Gambar 9 Distribusi Tingkat Pengetahuan Keluarga 33

Gambar 10 Distribusi Perawatan Pada Lansia Yang Mengalami Depresi 34

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Definisi Operasional 25

Tabel 2 Cross Tabulasi 35

DAFTAR LAMPIRAN

No. Uraian Hal

Lampiran 1 : Surat Penelitian………………………………..........................43

Lampiran 2 : Surat Balasan ………………………….………………...........44

Lampiran 3 : Lembar Permohonan Menjadi Responden……………….........45

Lampiran 4 : Lembar Persetujuan Menjadi Responden …………….............46

Lampiran 5 : Kisi-kisi Koesioner ……………………………………….......47

Lampiran 6 : Lembar Kuesioner………………………………………..........48

Lampiran 7 : Tabulasi Data Umum …………………………………............55

Lampiran 8 : Tabulasi Data Khusus Variabel I ...……………………...........56

Lampiran 9 : Tabulasi Data Khusus Variabel II...……………………...........57

Lampiran 10 : Lembar Konsul ...……………………......................................58

Dibawah ini kumpulan judul skripsi keperawatan/AKPER S -1,
jika anda ingin memiliki Skripsinya Lengkap
(dari bab awal sampai akhir termasuk daftpstka,kuesioner,tabel-tabel & gambr)
dengan Judul Dibawah ini dlm format(Ms.Word)
Silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH(150rb/judul, kecuali no.5)
pembayaran melalui transfer antar BANK, pengriman via email.
Caranya berkas akan kirim duluan via email anda tetapi berpassword, setelah anda melakukan pembanyaran, maka password akan dikirim via sms ke no.hp anda.

1.       STUDI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKPATUHAN DIET PADA LANSIA  PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKONG KABUPATEN  PAMEKASAN (D-3)

2.       TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI RUANG BERSALIN RSUD PAMEKASAN (D-3)

3.       STUDI TINGKAT PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR PADA LANSIA PANTI WERDHA MOJOPAHIT MOJOKERTO (D-3)

4.       HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DALAM (MEMASANG DAN MERAWAT INFUS) TERHADAP KEJADIAN PLEBILIS DI RUANG MAWAR BAPELKES RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. WAHIDIN S. H.(D-3)

5.      (khusus ini harganya 200rb) HUBUNGAN TINGKAT NYERI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST OPERASI DIRUANG IRNA A RSUD SYARIFAH AMBANI RATO EBU BANGKALAN.(S-1)

6.       HUBUNGAN ANTARA JENJANG PENDIDIKAN DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA YANG SALAH SATU ANAKNYA MENGALAMI AUTISME. (S-1)

7.       HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN POLA LAKTASI PADA BAYI BARU LAHIR SAMPAI UMUR 4 BULAN DI PERUMAHAN TNI-AL KENJERAN SURABAYA.(S-1)

8.       PENGARUH KONSELING KELUARGA TERHADAP PERBAIKAN PERAN KELUARGA DALAM PENGELOLAAN PASIEN DIABTES MELLITUS DI WILAYAH PUSKESMAS BANYU URIP SURABAYA.(S-1)

9.       STUDI TENTANG GANGGUAN KONSEP DIRI PADA KLIEN GANGREN DIABETIK DI RSUD. DR. SOETOMO SURABAYA.(S-1)

10.   PENGARUH KEPUASAN PASIEN  ATAS ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP KESETIAAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG PENYAKIT DALAM DAN RUANG BEDAH KECELAKAAN RSUD BLAMBANGAN BANYUWANGI.(S-1)

11.   ANALISA HUBUNGAN KOMUNIKASI VERBAL  DAN NON VERBAL PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG – NTT.(S-1)

12.   HUBUNGAN PEMBERIAN INTERVENSI KEPERAWATAN DAN TINGKAT KECEMASAN  PADA KLIEN ANGINA PEKTORIS.(S-1)

13.   STUDI  TENTANG GANGGUAN  BODI  IMAGE PADA KLIEN FRAKTUR FEMUR DENGAN PEMAKAIAN SKELETAL TRAKSI DI RUANG BEDAH RSUD DR SOETOMO SURABAYA.(S-1)

14.   EFEKTIFITAS PERAN KELOMPOK PENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK  TERHADAP PENINGKATAN KONSEP DIRI PADA KLIEN MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAYAMAN, DS. KENANTEN, KEC. PURI, KAB. MOJOKERTO. (S-1)

15.   STUDI TENTANG GANGGUAN HARGA DIRI PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG DIRAWAT DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

16.   PERAN SERTA KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN NGAWEN, KABUPATEN BLORA, JAWA TENGAH. (S-1)

17.   HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA. (S-1)

18.   FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESULITAN BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KEPERAWATAN DR. SOEDONO MADIUN. (S-1)

19.   HUBUNGAN MOTIVASI MENJADI PERAWAT DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA DAN PROSES KEPERAWATAN ( MA.105 )  PADA MAHASISWA TINGKAT I AKPER DEPKES BIMA. (S-1)

20.   HUBUNGAN PENGETAHUAN DOKTER TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN SIKAP DOKTER TERHADAP PROFESI KEPERAWATAN DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI. (S-1)

21.   ANALISA HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KONDISI KERJA TERHADAP STRES PERAWAT ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

22.   ANALISA HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PROTAP PEMASANGAN INFUS (STUDI DI INSTALASI RAWAT DARURAT TRIAGE RSUP SANGLAH DENPASAR) . (S-1)

23.   HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL KLIEN DENGAN KRISIS PENYAKIT/PENDERITAAN/KEMATIAN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUANG BEDAH DAN INTERNA RSUD. PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG) . (S-1)

24.   ANALISA PERBANDINGAN PELAKSANAAN PERAN PERAWAT  SECARA INDEPENDEN DAN DEPENDEN PADA KASUS GASTROENTERITIS (PENELITIAN DESKRIPTIF ANALITIK DI RUANG ANAK RS. ISLAM SURABAYA) . (S-1)

25.   HUBUNGAN PERAWATAN BATUK DARAH DENGAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN TB PARU (PENELITIAN STUDI KORELASI DI IRNA PARU RSUD ULIN BANJARMASIN) . (S-1)

26.   FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DHF DI MASYARAKAT (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI PERUMAHAN LOKOJOYO KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH) . (S-1)

27.   STUDI PERBANDINGAN PERSEPSI PASIEN JPS DAN NON JPS TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG BEDAH B DAN D RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

28.   FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN DENGAN HEMOPTISIS (PENELITIAN CROSS SECTIONAL  DI RUANG PARU-PARU RSUD DR. SOETOMO SURABAYA) . (S-1)

29.   HUBUNGAN KOMUNIKASI  PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN YANG DILAKUKAN PEMBEDAHAN              ( STUDI ANALITIK CROSS SECTIONAL DI RUANG BEDAH KELAS II RSU RATU ZALECHA MARTAPURA KALSEL) . (S-1)

30.   STUDI TENTANG HUBUNGAN TINDAKAN KEPERAWATAN PREOPERATIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KLIEN DENGAN FRAKTUR DI RUANG BEDAH B RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

31.   HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI UNIT PERAWATAN KRITIS RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA. (S-1)

32.   HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP PERAWAT DAN PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RUMKITAL DR. RAMELAN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR. RAMELAN) . (S-1)

33.   HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN PERAN PERAWAT SEBAGAI PELAKSANA DALAM PENANGANAN  PASIEN GAWAT DARURAT DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI IRD LANTAI 1 RSUD DR. SOETOMO SURABAYA) . (S-1)

34.   HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA  DAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP MEDICAL BEDAH RSUD DOKTER SOEBANDI JEMBER. (S-1)

35.   HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM INTERVENSI KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI HIPOTERMI (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK DI RUANG NEONATOLOGI  RSUD DR. SOETOMO SURABAYA) . (S-1)

36.   FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RSUD ULIN BANJARMASIN) . (S-1)

37.   HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN STROKE (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RSUD DR. SOEROTO NGAWI) . (S-1)

38.   STUDI TENTANG FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN KOMITE KEPERAWATAN DALAM JAMINAN KUALITAS ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD SIDOARJO. (S-1)

39.   PENGARUH PERAWATAN LUKA BERSIH MENGGUNAKAN SODIUM KLORIDA 0,9 % DAN POVIDINE IODINE 10 % TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PADA KLIEN PASCA SECSIO CAESAR (PENELITIAN QUASY- EKSPERIMENTAL  (POST-TEST CONTROL GROUP DESIGN)  DI RUANG BERSALIN RSUD DR. SOEBANDI JEMBER) . (S-1)

40.   FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD.A.WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA. (S-1)

41.   HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT DAN PELAKSANAAN PERAWATAN LUKA EPISIOTOMI PADA PERSALINAN NORMAL (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUANG OBSTETRI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA) . (S-1)

42.   PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)